Ketika Saya Di Anggap Sombong


All right guys welcome back to my blog kali ini gua mau share cerita dan pengalaman gua. Kali ini gua dianggap sama temen bahwa gua itu orangnya sombong. Yaa mungkin gua orangnya tertutup, tidak terlalu terbuka dan jarang sekali orang-orang tau apa yang gua rahasiakan.

Oke guys gua mau cerita, sejak itu gua menghadiri acara pernikahan teman gua. Kebetulan temen gua yang nikah itu mengundang semua alumni termasuk gua yang satu kelas sama teman gua yang lagi nikah. Gua sebenarnya sama teman gua yang lagi nikah itu hampir didunia sekolahan satu kelas, yang tidak satu kelas hanya pas taman anak-anak.

Kronologisnya....

Salah satu teman gua yang berkunjung pernikahan itu menganggap gua sombong dan kenapa gak mau gabung diperkumpulan antar alumni sekolah. Di tempat pernikahannya ada dua tongkrongan, ada alumni sekolah dasar dan alumni sekolah kejuruan. Dan gua memilih alumni sekolah di kejuruan (alias SMK) kenapa? oke gua akan jelasin ceritanya...

Waktu SD, gua orangnya gak terlalu banyak bicara cenderung tertutup. Tapi ada seseorang, bukan seseorang tapi hampir setengah kelas yang menghina dan membully gua waktu SD dengan cara menilai fisik, penampilan, dan mengubah nama baik gua. Masalah fisik, penampilan wajar dan gua terima apa yang dia katakan maupun buruk atau positif. Tapi yang lebih parahnya mereka menyebut nama-nama buruk sebagai pengganti nama asli gua.

Perlu di ingatkan orang tua memberikan nama kepada seorang anak yang baru lahir sebagai pertanda bahwa memiliki nama yang baik, dan diharapkan anak memiliki sifat yang berakhlak mulia dan terpuji. Tapi ada seseorang yang menghina namanya dengan sebutan buruk (M******).

Salah satu alasan mengapa tidak berkumpul dengan alumni sekolah dasar...

Gua memilih berkumpul teman SMK gua, dibandingkan SD yang terdiri beberapa orang perempuan, walaupun teman SMK gua gak ada perempuan. Tapi kalau membicarakan pembalasan masa lalu, biasanya gua reflek kalo ada perempuan pastinya gua merasa salting. Tapi kalo tentang masa lalu, gua merasa ada yang mengkontrol diri gua sendiri tiba-tiba tidak peduli dengan seseorang perempuan yang dikelilingi orang yang pernah menghina gua.

Selain sebagai acara pernikahan ternyata juga sebagai acara reunian alumni sekolah. Sebenarnya gua juga ingin memasuki perkumpulan antar alumni sekolah dasar, tapi gua berpikir-pikir. Yang gua harapkan acara reunian yaitu membicarakan kabar, keadaan, pekerjaan, dan kegiatannya apa. Tapi gua berpikir 2 kali, kalo gua masuk perkumpulan mereka sama aja gua mengulangi kesalahan 2x. Karena gua berhak memilih dan berhak berbahagia dan berhak berubah.

Salah satu alasan berkumpul dengan alumni SMK...

Menurut gua sekolah di era ini merupakan hidup paling bahagia karena teman-teman gua sangat solidaritasnya tinggi dan tidak mempentingkan dirinya sendiri.

Walaupun yang gua lakukan memang sedikit salah, tapi kalau membicarakan penghinaan, pembullyan, dan mencela nama baik seseorang, tidak bisa dimaafkan.

Sekian terima kasih...

Post a Comment

0 Comments