Bongkar Taktik Shin Tae Yong Kalahkan Jerman Piala Dunia 2018

All right guys welcome back to my blog kali ini gua akan menulis konten tentang taktik sepak bola. Judulnya membaca taktik Shin Tae Yong saat mengalahkan jerman. Korea Selatan berhasil memenangkan laga tersebut di edisi Piala Dunia 2018 walaupun sudah tidak lolos, tapi laga tersebut membuat jerman tidak bisa meloloskan diri dari fase grup.

Tapi yang kita salut, bahwa Korsel bisa mengalahkan sang juara dunia tahun 2014. Dan Korsel diasuh oleh seorang yang kini memegang timnas Indonesia yaitu Shin Tae Yong. Semua warga indonesia juga berharap timnas indonesia ingin menjadi kuat seperti timnas Korsel.

Membedah Taktik Korea Selatan Vs Jerman

Korea Selatan formasi dasar:
  1. 4-4-2 (sampai menit 80)
  2. 4-4-1-1 (menit akhir)
Korea Selatan memiliki keunggulan:
  1. Motivasi menang
  2. Disiplin tinggi
  3. Tidak membiarkan lawan mencetak gol
  4. Selalu agresif, tidak hanya diam
  5. Fisik yang kuat
  6. Semua pemain melakukan pekerjaan yang sama (pemain depan harus bertahan juga)
Korea Selatan bermain dengan cara bertahan, karena 4-4-2 adalah formasi yang cocok digunakan saat bertahan.


Gambar diatas merupakan formasi dasar 4-4-2. Dan formasi ini harus membentuk terus menerus dan tidak berubah, tidak sangka kedisiplinan Korsel sangat tinggi sekali.

Kunci 4-4-2 saat pressing lawan:
  1. Mengandalkan 2 striker press CDM lawan
  2. Gunakan shadow press (bayang-bayang atau menutupi) saat bola di pemain bertahan lawan
  3. 4 Gelandang harus mengikuti arah bola dan tetap membentuk 4-4-2
  4. Pemain sayap kanan dan kiri harus lebih ketengah dan membentuk rapat 4-4-2

Seperti gambar diatas, posisi bola berada di bek tengah Jerman, semua pemain Korsel harus mengikuti pergerakan bola.
  1. Posisi bek dan gelandang jangan terlalu jauh
  2. Saat bola di samping, yang press hanya 1 striker, 1 strikernya menjegal CDM lawan (Toni Kroos)
  3. Saat pressing menggunakan 4-4-2, Jerman hanya bebas saat memberi bola ke bek tengah
  4. Dalam pressing medium, kunci Korsel adalah membagi tugasnya masing-masing contohnya yang sering digunakan adalah CDM - 2 Bek Jerman harus di Press menggunakan 2 striker, sedangkan bek kanan dan kiri Jerman di press oleh pemain sayap.
Sebenarnya secara bertahan low tidak melakukan marking-man (menjaga 1-1 pemain). Hanya bertahan dan tetap membentuk 4-4-2.


Saat membangun awal serangan, Korea Selatan sangat berani untuk bermain sepak bola modern
  1. Build up Korsel hanya menggunakan 2 gelandang - 2 bek
  2. Kedua sayap lebih ketengah
  3. Pinggir lapangan murni hanya untuk posisi bek sayap
  4. Gambar diatas adalah peran CDM menggantikan posisi bek kiri Korsel.
Pentingnya pemain sayap lebih ketengah seperti gambar dibawah ini


Disaat 2 striker gagal dalam melakukan pressing, ketika bola berada di tengah salah satu gelandang korsel wajib melakukan shadow pressing (menutup tapi tidak merebut bola)

Sejauh ini timnas Indonesia pemain dengan posisi Winger seringkali menetap di posisi aslinya (pojok lapangan). Jujur pribadi gua juga tidak suka pemain Winger yang mainnya di pojokan, gua lebih suka Winger yang suka ketengah.

Defender: Kalo gua bertahan, lu juga ikut bertahan yaa
Striker   : Oke
Winger   : Oke

Percakapan Korsel yang kemungkinan terjadi dibicarakan dilapangan.


Gambar diatas adalah kelemahan formasi dalam 4-4-2 saat bertahan low. Pemain Jerman (Reus) membuat ruang yang ditinggalkan bek kanan Korsel, jadi Bek tengah Korsel yang menjaga Reus.

Namun saat situasi seperti ini bisa teratasi hanya kepekaan pemain gelandang bertahan yang harus mengisi posisi yang ditinggalkan pemain bek tengah korsel seperti digambar dibawah ini


Dan serangan yang dilakukan jerman gagal, dan hanya memberikan bola ke belakang lagi.

Bertahan dari bola mati


Saat Jerman mendapatkan sepak pojok, semua pemain Korsel harus mundur semua. Striker pun harus mundur, jangan terlalu malas-malasan.
  1. Korsel beruntung tidak ada pemain Jerman di posisi depan (dekat tiang depan) saat corner kick.
  2. Garis tengah-tengah yang ada didepan kiper berisi 4 pemain korsel adalah zona berbahaya.
  3. Harus berbentuk rapat dan sejajar saat melakukan bertahan set pieces.

Beberapa faktor gol Korsel yang terjadi:
  1. Faktor keberuntungan karena diawali pertahanan yang kokoh
  2. Jerman kehabisan bensin
  3. Manuel Neuer kebiasaan yang selalu ikut menyerang
  4. Mental
  5. Kekuatan fisik
Berkat prestasi Korsel bersama Shin Tae Yong mengalahkan Jerman, baru kali ini PSSI memutuskan untuk mengontrak Shin Tae Yong. Maka dari itu tidak heran timnas Indonesia latihan diawali Fisik yang kuat agar timnas Indonesia menjadi kuat seperti Korea Selatan.

Penutup: Jika artikel ini bermanfaat jangan lupa tinggalkan komentar walaupun terima kasih.

Post a Comment

0 Comments